Finance

Aplikasi Karya Anak Bangsa (Induk GoTo) Caplok PT Go-jek Indonesia

Tempias.com, JAKARTA – PT Go-jek Indonesia mengumumkan mayoritas sahamnya kini dimiliki oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

Dalam pengumuman yang diterbitkan Selasa, 19 Oktober 2021, manajemen PT Go-jek Indonesia menyebutkan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa telah menyelesaikan akusisi mayoritas saham perseroan.

“Dengan ini Direksi PT Go-jek Indonesia, mengumumkan telah selesainya pengambilalihan perseroan oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, sehingga mayoritas saham yang telah diterbikan perseroan saat ini dimiliki oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa” tulis manajemen Go-jek.

Diponegoro Law Journal volume 6/2017 mencatat PT Go-jek Indonesia adalah perusahaan yang menjalankan layanan aplikasi di bidang pengangkutan.

 

BACA  JUGA: Bahas Ganti Nama dan Pecah Saham di RUPS, Sinyal IPO GoTo Makin Dekat?

 

Merger Go-jek dengan Tokopedia pada 17 Mei 2021 lalu menjadi GoTo membawa penataan ulang bisnis dalam perusahaan yang mulanya didirikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim itu. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa telah ditarik menjadi induk yang membawahi GoTo.

Dalam catatan Tempias.com, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa juga telah menyelenggarakan RUPS LB pada 11 Oktober 2021 lalu. Namun sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari perusahaan terkait keputusan rapat.

Berdasarkan agenda RUPSLB yang ditayangkan pada 15 September 2021, direksi menyampaikan salah satu agenda rapat adalah terkait perubahan nama perseroan. Rapat juga akan membahas perubahan susunan permodalan dan komposisi pemegang saham perseroan yang disebabkan oleh peningkatan modal dasar ditempatkan dan disetor dan penerbitan saham baru. 

“[Mata acara rapat lainnya] penyesuaian nilai nominal saham atas setiap seri saham perseroan dan pemecahan jumlah saham perseroan,” jelas direksi dalam pengumuman media

 

BACA JUGA: Mengintip Saham Dekapan Gojek- Tokopedia (GoTo) Jelang IPO

 

Selain itu, rapat yang akan berlangsung di wilayah Blok M Jakarta Selatan itu akan membahas mengenai perubahan Anggaran Dasar perseroan. Agenda lainnya adalah membahas delegasi kewenangan kepada direksi dan dewan komisari perseroan. 

“Adapun bahan yang akan dibicarakan dalam RUPSLB tersebut tersedia di kantor Perseroan sejak tanggal pengumuman sampai dengan tanggal RUPSLB diadakan,” lanjut direksi. 

Pelaksaan RUPSLB mengenai pergantian nama, penyesuaian nilai nominal dan jumlah saham ini kuat terkait akan dengan santernya rencana GoTo untuk melantai di Bursa setelah merger dengan Tokopedia. Entitas baru itu disebut-sebut akan melantai di Bursa Efek Indonesia lewat Initial Public Offering (IPO) pada awal 2022. 

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com