HeadlineIHSG

Influencer Ramai Rekomendasi IPO Saham GoTo, Ini Peringatan BEI

Tempias.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mengingatkan calon emiten di pasar modal untuk tidak menggunakan jasa influencer atau buzzer media sosial untuk melakukan penawaran saham. 

Laksono W. Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI menyebutkan ada aturan terkait pihak mana sajayang boleh melakukan promosi. Menurut Laksono yang diizinkan untuk melakukan penawaran atas saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia hanya perusahaan sekuritas ataupun profesi resmi terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Buzzer tidak diperbolehkan melakukan penawaran atas saham-saham [di BEI],” ulas Laksono kepada awak media, Selasa, 22 Maret 2022. 

 

BACA  JUGA: IPO GOTO, Ini Harga Pelaksanaan & Jadwalnya

 

Dia menyebutkan penawaran saham oleh pihak yang tidak berizin dapat ditegur oleh otoritas. “Bisa ditegur OJK,” katanya. 

Media sosial seperti Twitter tengah diramaikan dengan topik Goto. Hingga pukul 15.32 WIB, kata GOTO bertengger di urutan keempat dengan 14,1 ribu kicauan. 

Selain akun-akun dengan pengikut kecil yang terlihat sering ikut kampanye sebagai buzzer, sejumlah akun besar dengan pengikut ratusan ribu juga menerbitkan rekomendasi untuk membeli saham GOTO yang tengah berada dalam periode book building. 

Tempias.com mengkonfirmasi ihwal maraknya promosi GoTo ini kepada Vice President of Corporate Communications Gojek, Audrey Progastama Petriny.  Meski telah merespon pesan yang Tempias.com layangkan, namun Audrey belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini. 

 

GOTO trend di Twitter
GOTO trend di Twitter./Tangkap Layar

 

IPO GOTO

Rencana pencatatan saham GOTO pada April 2022 mendatang menarik perhatian pasar. Aksi korporasi platform on-demand terbesar di Indonesia ini merancang skema saham gotong royong untuk masyarakat yang belum terjangkau oleh industri pasar modal. Melalui skema gotong royong, GoTo melakukan penawaran kepada mitra pedagang dalam Tokopedia, pengemudi Gojek maupun pengguna aplikasi dengan alokasi pasti. Mereka yang notabene adalah pelaku usaha mikro kecil menengah maupun masyarakat biasa yang belum terlalu melek pasar modal berserta risikonya.  

Goto sendiri dalam laman E-Ipo menyebutkan masa penawaran awal atau book building akan dilakukan hingga 24 Maret 2022 mendatang.

 

BACA JUGA: IPO GOTO Siapkan Bandar Lokal untuk Jaga Harga, Begini Skenarionya

 

Guna mengurangi kekhawatiran saham GoTo jatuh seperti kasus Bukalapak.com, pelaksanaan IPO GoTo bersama penjamin emisi efek melakukan stabilisasi harga dengan menerapkan Opsi Penjatahan Lebih. Opsi ini memberi hak pada penjamin emisi efek yang merupakan penjamin pelaksana emisi efek untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 7,8 miliar saham pada harga penawaran. 

“Dana yang diperoleh dari penjualan saham tambahan tersebut selanjutnya  akan digunakan untuk melakukan stabilisasi harga melalui pembelian saham di pasar sekunder oleh emiten melalui agen stabilisasi untuk mengupayakan agar harga saham tidak lebih rendah dari harga penawaran.” (ira Guslina)

 

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com