HeadlineIHSG

Moody’s Beri Rating Perdana Baa2 untuk Danantara Investment Management, Outlook Negatif

TheEconopost.com, Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings memberikan peringkat perdana (first-time issuer rating) Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Pada saat yang sama, Moody’s menetapkan outlook negatif untuk seluruh peringkat yang diberikan kepada entitas investasi di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tersebut.

Selain peringkat penerbit Baa2, Moody’s juga memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program global medium-term note (MTN) senior tanpa jaminan yang dibentuk DIM serta peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan yang direncanakan diterbitkan perusahaan.

Vice President dan Senior Analyst Moody’s Rachel Chua mengatakan peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan kepada DIM selaras dengan peringkat kedaulatan Pemerintah Indonesia yang juga berada pada level Baa2 dengan outlook negatif. Menurut dia, penilaian tersebut didukung oleh keterkaitan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah, termasuk melalui struktur kepemilikan dalam kerangka kelembagaan Danantara serta ekspektasi adanya dukungan luar biasa dari pemerintah secara tepat waktu apabila diperlukan.

Moody’s menjelaskan peringkat DIM terutama ditopang oleh hubungan yang erat dengan pemerintah, bukan oleh kekuatan kredit mandiri perusahaan. Hal ini karena DIM masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak yang terbatas, serta belum memiliki operasi mandiri yang signifikan.

Lembaga pemeringkat tersebut mengategorikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI). Penilaian tersebut didasarkan pada posisi DIM yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara. DIM juga sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara dan setiap perubahan kepemilikan memerlukan perubahan undang-undang, sehingga hubungan kepemilikan dinilai bersifat kuat dan berkelanjutan.

Moody’s juga menyoroti tingkat pengawasan pemerintah yang tinggi terhadap DIM. Anggaran tahunan DIM dikonsolidasikan ke dalam anggaran BPI Danantara yang harus mendapat persetujuan Dewan Pengawas BPI Danantara. Selain itu, rencana kerja dan anggaran perusahaan wajib dikonsultasikan kepada DPR.

Dari sisi pendanaan, Moody’s menilai integrasi keuangan dalam struktur Danantara mendukung likuiditas DIM. Perusahaan telah menerima suntikan modal awal sebesar Rp70 triliun pada 2025 dan diperkirakan memperoleh tambahan Rp50 triliun pada 2026. Selain itu, BPI Danantara memiliki kewenangan untuk bertindak sebagai penjamin bagi DIM dengan persetujuan Dewan Pengawas.

Moody’s menilai likuiditas DIM berada pada level sangat kuat. Selain dukungan modal dari BPI Danantara, perusahaan telah menghimpun dana eksternal melalui penerbitan Patriot Bonds senilai Rp68,4 triliun dan fasilitas kredit bergulir (revolving credit facilities) sebesar US$10 miliar, dengan US$1 miliar di antaranya telah berstatus committed. Sebagian fasilitas tersebut telah digunakan untuk investasi pada private funds dan aset terkait real estat.

Menurut Moody’s, prospek negatif pada peringkat DIM mengikuti prospek negatif peringkat kedaulatan Indonesia. Dalam jangka panjang, peringkat DIM diperkirakan bergerak sejalan dengan peringkat pemerintah Indonesia. Sebaliknya, peringkat dapat tertekan apabila terjadi penurunan peringkat kedaulatan Indonesia atau melemahnya hubungan DIM dengan pemerintah, termasuk perubahan mandat, kepemilikan, maupun peran dalam struktur Danantara.

DIM merupakan entitas pengelola investasi yang dibentuk sebagai bagian dari struktur Danantara untuk mendukung pelaksanaan strategi investasi BPI Danantara, termasuk melalui penempatan modal dan eksekusi investasi. Seluruh saham perusahaan dimiliki oleh BPI Danantara.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com